Tuesday, November 6, 2007

EVALUASI KEEFEKTIFAN PELATIHAN

Berdasarkan persyaratan ISO 9001:2008, ISO 22000:2005 Klausul 6.2.2 Competence, Awarenees & Training dan ISO-17025:2005 Klausul 5.2 Personil bahwa organisasi harus mengevaluasi keefektifan pelatihan.

Evaluasi keefektifan pelatihan adalah suatu sarana untuk mengetahui apakah pelatihan yang dilakukan efektif.









DONALD L. KIRKPATRICK

Menurut Donald L. Kirkpatrick ada 4 level untuk mengetahui keefektifan dari sebuah pelatihan. 4 Level tersebut adalah Reaction, Learning, Behavior dan Result.

LEVEL 1 : REACTION.
Evaluasi level satu bertujuan untuk mengetahui respon peserta terhadap pelatihan yang dijalankan.
Tools yang dapat dipakai adalah pengisian questionare atau wawancara langsung dengan peserta langsung setelah pelatihan selesai.
Faktor-faktor yang dievaluasi adalah:
  • Trainer
  • Materi Pelatihan
  • Kondisi Ruangan ( AC, Kebersihan, Lay Out )
  • Makanan
  • Waktu
  • Pelayanan administrasi

LEVEL 2: LEARNING

Evaluasi level 2 bertujuan untuk mengetahui perubahan Skill, Knowledge atau Attitude ( SKA ) setelah mengikuti pelatihan. Tools yang dapat dipakai adalah pre-post test, attitude survey dan observasi skill.

Pelatihan efektif bila terjadi perubahan sikap, bertambahnya pengetahuan dan peningkatan keterampilan ( Skill ).

LEVEL 3: BEHAVIOR

Evaluasi level 3 bertujuan untuk mengetahui perubahan prilaku peserta pelatihan ditempat kerja. Tool yang dapat dipakai dalam pelatihan ini adalah survey 360 derajat atau observasi prilaku selama periode tertentu setelah mengikuti pelatihan,

LEVEL 4: RESULT

Yang dilihat dari evaluasi level 4 adalah peningkatan produktifitas dan kualitas setelah mengikuti pelatihan. Beberapa faktor yang dapat dievaluasi adalah:

  • Produktifitas
  • Keselamatan kerja
  • Profit
  • Penjualan
  • Kepuasan pelanggan
  • Hasil uji profisiensi

No comments: